Selasa, 14 Maret 2017

Untuk sahabat, teman, atau orang terdekatmu

Untuk kalian para sahabat, teman, ataupun orang terdekat seseorang,

Mungkin kalian memiliki teman yang telah memiliki pasangan baik itu kekasih atau pasangan hidup, mereka pasti pernah barang sekali ataupun sering bercerita mengenai baik dan buruknya pasangan mereka, sikap kita harusnya disini sebaik pendengar yang baik atau pemberi nasehat. Janganlah kalian memanasi hubungan teman atau sahabat kalian karena kalian tidak mengetahui secara detail ataupun cerita dari dua sisi kisah mereka, yang kalian dengan hanyalah cerita dari sahabat kalian bukan?
Coba jika kita balikan posisi kalian, apakah kalian mau pasangan kalian dinasehati dengan orang atau cara yang salah? Apakah kalian mau pasangan kalian melakukan "hal yang salah" karena mengikuti saran teman pasangan kalian yang salah?
Apakah kalian tahu bagaimana awal mula kisah yang mulai terjalin di antara mereka?
Apakah kalian mengetahui sisi kelemahan pasangan dari teman kalian yang mungkin teman kalian bisa terima tapi kalian tidak bisa terima?
Tidak bisa kah kalian sebagai teman mencoba memberikan nasihat yang baik? Jika kalian tidak bisa menberikan nasihat baik setidaknya kalian cukup diam dan menjadi pendengar saja, bukan malah memanasi hubungan mereka dan membandingkan hubungan mereka dengan hubungan yang ideal seperti yang kalian pikirkan. Karena setiap pasangan memiliki karakter, kelemahan, kelebihan yang berbeda-beda. Janganlah kalian menjadi lumpur diantara lantai yang sedang basah, memanfaatkan hubungan mereka untuk mencari kebenaran pendapat kalian. 
Jadilah pribadi seorang sahabat atau teman yang baik, maka Insya Allah hubungan kalian sendiri dengan pasangan kalian tidak akan dicampuri atau diganggu oleh pihak ketiga.
Tak tahu kah kalian perasaan pasangan teman kalian ketika melihat pasangannya berubah?
Dan apabila kalian memang belum menjadi pribadi yang baik, maka sebaiknya kalian janga teralu mencampuri apalagi memberikan pendapat yang kalian anggap benar!
Marilah kita sebagai manusia yang tak luput dari kelemahan-kelemahan berkaca diri, apakah pribadi kita sudah baik sehingga mampu men-judge seseorang yang kita sendiri pun belum mengenalnya dengan baik? Apakah hubungan kalian dengan pasangan kalian sendiri sudah baik sehingga mampu memberikan pendapat diatas hubungan orang lain? 

Akupun pernah menjadi seseorang yang salah memberi nasehat kepada seorang temanku, aku bisa berpendapat karena aku hanyalah pihak ketiga yang hanya melihat kisah cinta mereka. Kupikir temanku itu akan lebih baik tanpa pasangannya, kupikir akan ada orang yang lebih dan leebih baik dari pasangannya itu. Namun kusesali pendapatku itu karena aku hanya mendengar sutu cerita dari satu sisi. Aku benar-benar menyesali apa yang kunsehati saat itu.

Dan semoga jika kalian di posisi pihak ketiga, pihak pendengar, ataupun disisi sebagai sahabat atau teman terdekat teman kalian, BIJAKLAH dalam memberikan nasehat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar