Rabu, 08 Maret 2017

2015-2016-2017

Nice to met someone who really love me in the end of 2014.
I was remember that song we always listen in radio...
Dekat di hati - Ran
I still listening that song now (pas nulis ini juga lagi dengerin lagu itu)

Awal yang selalu indah bukan?

pertemuan yang tak pernah dibayangkan
perkenalan yang tidak disengaja
semua terjadi begitu saja

Salahnya adalah i still had boyfriend but i cheating with him dan pada akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri suatu hubungan yang menurutku tidak baik saat itu. Endung yang cukup menyakitkan untuk mantan sebenenrnya namun sekali lagi aku tidak peduli kala itu yang pada akhirnya semua itu kembali lagi padaku dan parahnya lebih menyakitkan ternyata yang namanya karma itu yaa.

2015-2016
Hubungan yang indah di awal 2015 sampai dengan  awal 2016, bagaimana mungkin tidak bahagia? Semua keinginanku dengan mudahnya di kabulkan. He was like a santa clause. I knew he loved me so much namun sayangnya saat itu perasaan ini tidak begitu dalam, jadi aku tidak terlalu peduli dengan apa yang dia katakan dan lakukan untukku.Karena perasaan sayang itu tidaklah mudah, aku selalu membutuhkan proses untuk menyayangi seseorang dan pada akhirnya perasaan sayang itu pasti akan mengancurkan hati ini, karena when you falling in love wit someone you have to accept to fall in deepest hole of your love you made it.  Saat itu adalah saat terindah dalam hubungan ini dan siapa yang mengetahui kalau pada akhirnya i miss that moment so muccccchhhhhhhhhh. Semua yang dia lakukan untuk membuatku lebih baik dan yang seperti dia inginkan. Ego yang sangat sangat tinggi membuatku selalu berlawanan layaknya kutub utara dan utara yang selalu bertolak belakang. "Lagi" aku tidak peduli akan hal itu dan dia terus menerus membuatku  menjadi yang dia inginkan. Berulang-ulang kali aku meminta padanya untuk mengakhiri hubunga ini. Seperti manusia pada umumnya, tidak pernah menyadari untuk mensyukuri yang kita punya, ya itulah aku dengan segala sifat keegoisanku. Aku selalu berfikir bukankah sebagainya sebagai suatu pasangan, kita harus menerima segala kekurangan dan kelebihan pasangan kita? Aku berusaha untuk menerima keburukan-keburukan yang menjadi his habits yang pada umumnya sepertinya sih orang-orang lain sulit menerima kecuali orang itu punya habits yang seperti dia lakukan. Aku pun beerusaha menerima prinsip-prinsip dia yang sedikit keras dan tidak bisa diganggu gugat walaupun aku sering protes akan prinsipnya itu. Ya, memang banyak sekali kesalahan dari permikiran, perlakuan dan perkataan yang kubuat saat itu dan pada akhirnya mengantarkan ku di situasi ini dan pada akhirnya membuat dia lelah menasehati ku kali yaa.. Semua kurasakan berubah di saat merayakan ulang tahunnya dan our first anniversary. Ih, sedih banget saat itu, setiap aku mengingat saat itu. Disaat kita ingin membuat orang yang kita sayang senang namun semua itu sia-sia. Lalu, mulai lah terlihat who really he is. seorang wanita yang mengaku pernah bersamanya disaat dia masih bersamaku (karma mungkin ketika aku memulai hubungan bersamanya aku  masih bersama yang lain). Semua perubahan terjadi after a year our relationship, dimulailah ketertutupan privacy dan lain sebagainya. Entahlah itu memang dirinya atau mungkin ada orang lain yang memanasinya. Haruskah ku suudzon?? Lalu kebohongan-kebohongan lain muncul yang selalu kuketahui dan pada akhirnya ku akhiri hubungan ini dan dia tidak peduli hubungan ini berakhir ketika kebohongannya kuketahui. Dia yang salah dan dia yang marah, he so fuckin awesome with his mind. Ketika dia semakin sukses dengan karirnya mungkin disaat itulah setiap pria diuji, apakah dia seorang yang setia atau tidak. Entahlah apa yang dia pikirkan, mungkin dia berpikir segala sesuatu pasti dia bisa dapatkan dengan kemapanannya. Menarik memang orang itu seperti ayahku. hal itu berulang-ulang terjadi dan aku tetap saja kembali padanya. Banyak orang mengatakan bahwa dia tidak baik tapi menurutku dia orang baik seperti yang kukenal dulu. Aku selalu merasa memang aku yang salah awalnya aku berusaha merubah sedikit-sedikit sifatkku, namun yang dia lihat hanyalah aku yang dahulu atau hanya aku yang berpikir aku sudah berusaha untuk berubah? Entahlah...
Kadang disatu sisi aku sudah tidak mampu melanjutkan karena apakah mungkin suatu hubungan bisa berhasil tanpa keterbukaan dan kepercayaan seperti ini?? Berkali-kali aku berusaha untuk mempercayai dirinya dan dia tidak pernah satu kali pun memberikan jaminan untuk dia tidak kana seperti itu. Aku selalu mengingat kata-kata dia "apakah dulu dia orang yang seperti sekarang ini? Semua terjadi karena aku yang membuatnya seperti itu". Apakah adil membalas apa yang kulakukan di masa lalu dengan menghadirkan pihak lain? Kupikir mantanku saat masa kuliah adalah mantan yang paling menyakitkanku karena memutuskan ku saat anniversary pertama namun aku merasakan hal yang paling-paling menyakitkan selama aku hidup 26 tahun ini. Rasa ketakutan itu selalu muncul berkali-kali dan selalu membuatku meneteskan air mata kapan pun dan dimana pun ketika aku mengingat dimana what he has done . Sudah terlalu banyak air mata, haruskah ku akhiri rasa sakit ini? Tapi hati ini masih belum  sanggup, haaruskah ku paksakan saja?
His mother, one of the luckiest woman in this world because her husband love her so much until in his last breath. I wish i could met someone like his father. His mother always sharing to me how much her husband so kindly and love her so much. I never bored listen  his mother story even she told to me over and over. I always intersting listen love story. 

2017
I'm 26 years old this years and my tears never dry. What he has done always hunting me, i too scare how if he do it again to me? Harusnya di saat ini aku sudah melihat bagaimana hubungan ini untuk melangkah kejenjang yang lebih serius, sayangnya karena sifatku dia telah ragu dan aku pun merasakan hal yang sama ketika mengetahi semua yang telah terjadi dalam hubungan ini. "Harusnya aku menyerah dan mencoba melangkah tanpanya" nasehat teman-teman terdekatku, tapi bagaimana mingkin kalau perasaan ini masih belum sanggup untuk melepaskannya? Inilah the most fear i have to face it, terlalu menyayangi seseorang dan akhirnya aku lah yang terjebak dan terjatuh dalam jurang yang kubuat. Ya Allah rasa sayang dan sakit ini terlalu dalam, aku udah tidak sanggup menahan rasa yang ada di hati dan pikiran ini. Semoga aku bisa ikhlas..




Tidak ada komentar:

Posting Komentar