Jumat, 10 Maret 2017

10 maret 2017

Mengutip kejadian hari, ada kata-kata dari temanku yang masih terngiang di kepala ini, "jika pasanganmu memang menyayangimu dia akan fight untukmu apapun ujian atau rintangan yang dia hadapi. Kalau dia masih ragu-ragu akan hal ini atau itu dia masih belum sepenuhnya menyayangimu, jika terus dilanjukan mungkin saja nanti ketika berumah tangga pasanganmu aka menyesal atau mengeluh akan masalah dalam rumah tangga kalian"

Sebenarnya nasehat ini bukan di tunjukan kepadaku, tapi kepada temanku yang sedang LDR dan pasangan temanku itu ada yang mau melamarnya. Cerita yang berbeda dengan cerita cintaku namun nasehat ini begitu menohok hati ku, dan lagi air mata ini jatuh...


.......

Menyakitkan ketika kusadari kemarin tanggal 9, yang biasa kita lakukan adalah pergi keluar tidak harus merayakan dengan hal yang luar biasa, aku hanya ingin bersamanya namun apa daya? Mungkin dia melupakan tanggal ini dan memilih pergi bersama dengan teman-temannya. Aku memilih untuk diam tak mengatakan apa pun tentang kemarin, satu sisi aku ingin mengatakan aku ingin bersamanya kemarin satu sisi aku ingin melihat apakah dia ingat atau tidak dan nyatanya? Lagi-lagi aku memilih jalan yang menyakitkan diriku, yaitu diam..
Kemarin aku bertengkar via text dengannya, harusnya aku senang-senang namun yang terjdi kembali bertengkar lalu aku pergi tanpa arah yang akhirnya menuju ke rumah mama ku. Ingin aku bercerita namun aku tak ingin membuat pandangan tidak baik dari mama ku ke dirinya, lagi-lagi aku memilih untuk diam...

.....

Sedih ketika kuingat kembali kata-katanya ketika aku berusaha menjelaskan apa yang kurasakan selama setahun belakangan ini ketika dia mulai berubah namun apa tanggapannya? Dia bilang aku melebih-lebihkan segalanya. Andai dia merasakan apa yang aku rasakan apakah dia masih bisa berkata demikian? Sakitt yang kurasakan membaca tanggapannya itu, lagi-lagi aku memilih untuk diam...
Hari ini pun aku tetap diam, aku tak tahu apa yang harus kulakukan, apakah aku harus fight untuk ini? Ketika keberadaanmu dan perasaanmu tak lagi dihargai dan aku tetap memilih tenggelam dalam rasa sakit ini dan diam..

.........

Setelah beberapa kali kami berpisah, kemudian kembali lagi aku menilai bahwa hubungan kami inj akan indah setelah beberapa lama perpisahan dan kemudian kembali mendingin setelah 2-3 bulan. Haruskah seperti ini? Akankah ini berakhir bahagia? Haruskah aku tetap diam?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar