Kamis, 26 Juni 2014

kamu

kamu yang datang dengan begitu mantab di depanku
kamu yang bergaya seolah-olah akan menelanku bulat-bulat
kamu yang memperlihatkan siapa dirimu
kamu yang terihat seperti orang nekat
kamu yang tak pernah kusadari keberadaannya
kamu yang bukan siapa-siapa
kamu yang tak bernilai dimataku
kamu yang telihat seperti pria brengsek
kamu yang begitu menyebalkan
kamu yang sombongkan dirimu senriri
kamu yang telihat congkak
kamu yang sama sekali tak yang  pernah kubayangkan untuk mencintaimu
tapi kamu lah satu-satunya mencintaiku tanpa imbalan


I LOVE YOU A. VALIS AKBAR


semoga kelak nanti kita bisa bersama selamanya

Minggu, 23 Februari 2014

what are you wanna be?

Bukan..
Bukan ini yang aku harapkan..
Aku selalu mengalir bagaikan air...
Mengikuti jalannya arus..
Menyesuaikan di setiap posisi..
Tapi, ketika air itu sampai ke hilir dan harus mengalir lagi ke samudra,
Baru aku sadar, bukan disini harusnya posisiku..

Seperti itu lah hidupku
yang selalu mengikuti "maunya" orang lain
aku tidak mengerti, sangat tak mengerti...
kemana aku harusnya melangkah
dimana potensiku
apa mauku
seperti apa yang harusnya ku lakukan
dan apa yang aku inginkan...

Aku berangkat sekolah pagi-pagi, karena kupikir itulah kewajibanku..
Aku melanjutkan ke tingkat lebih tinggi karena kupikir itu lah yang harusnya kulakukan
Kupikir setelah kuliah aku bisa menjadi seorang wanita karier
Berangkat kerja pagi, pulang after office hour, berbincang dgn teman sekantorku,
Jalan-jalan bersama teman, senang-senang, shopping, dan lain sebagainya
ternyata aku salah...
Sudah tiga kali aku bekerja di tiga tempat yang berbeda dan begitu pula posisi jabatannku..
Awalnya kupikir karena salaries ku yang tak begitu kuharapkan aku mudah jenuh ditempat kerjaku.
Namun itu salah, ditempat kerja yang ini begitu nyamannya posisi ku
tidak begitu repot dan mendapatkan fasilitas yang cukup membuatku nyaman.
Nyatanya? setelah hampir lima bulan disini aku merasakan kejenuhan yang teramat sangat..
Ingin rasanya aku resign kembali dari tempat ini..
Tapi ketika aku lihat sekelilingku, lagi-lagi aku harus memaksakan diri untuk tidak menuruti keinginanku yang egois ini...
Aku harus bertahan lebih lama..
Sedikit lebih lama..
Harus sampai berapa lama lagi semua ini harus seperti ini??
Haruskah kutanyakan pada Tuhan?
Haruskah ku menjadfi orang yg lebih egois?
atau haruskah aku mengalah kembali?

Jumat, 03 Januari 2014

CInta yang datang

Perasaan begitu kacau dikala itu
Menjalani hari yang begitu saja berlalu
Rasa itu sangat kelu
Yang kuingat hanyalah bayangan semu
Dan hati itu begitu terbelenggu

Namun cinta itu datang begitu cepat
Walau hati ini sudah rapat
Dengan sakit yang begitu pekat
Kedatanganmu sungguh melekat

Layaknya kayu yang berlubang
Kau menutupi satu demi satu lubang
Jarak yang kubuat bagaikan jurang
Kau bawakan kayu agar kau bisa menyebrang

Terima kasih karena telah datang
menyembuhkan beberapa lubang
dan kau pun berhasil menyebrang
di tepi jurang