Rabu, 16 Maret 2011

i never leaving you like you left me

masih teringat di dalam otak ini
ketika langkah itu pergi menjauh
air mata tak kunjung berhenti
mengalir dan terus mengalir
suara pun mulai terisak-isak
namun suara langkah itu tak terdengar lagi

berusaha untuk bertahan
tersenyum walau hati menangis
tak pernah ku lupakan perihya mencoba untuk TEGAR

namun ternyata usaha itu sia-sia
dia datang tepat di depan tiba-tiba
entah apa yang harus kurasakan saat itu
sedihkah?
senangkah?
bingungkah?
semuanya menjadi satu saat itu

tak kulupakan setiap kejadiaan saat itu
begitu indah untuk dilupakan
namun sakit untuk dikenang....

tangisnya membuat ku percaya dengaan semua kata2nya yang menjanjikan
janjinya membuat angan terbang melayang
melupakan realiti dam mempercayaii halusinasi

apapun yang terjadi tak kan ku tinggalkan dia
seperti dia meninggalkan ku dahulu
entah apa yang membuatku percaya dgn semua janji2nya
tapi aku sangat yakin sekali saat-saat yang membahagiakan itu.
Tak akan pernah ku lupakan


namun sekarang?
kemana janji-janji indah itu pergi?
akan kucari jika ku mampu
namu apa dayaku kini?
mungkin dia lebih baik saat ini
tetapi dia mulai kembali
mana yang harus ku percaya?
pertama kali atau yang kemarin?
namun ku mulai yakin
bahwa yang sebenarnya adalah yang kemarin.

bersabar
mungkin itu yang terbaik bukan?
menurut dan patuh
tapi harus sampai kapan?

lihatlah aku
inilah aku
dengan kekurangan dan kelebihan yang kumiliki
tak bisakah kau melihat itu?
aku bisa, kenapa kau tidak?
jika kau merubah itu that means you want who really not sure am i .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar