Minggu, 26 Desember 2010

sulitnya untuk bersyukur

sadar kah kita?
kita salah satu makhluk yg telah diciptakan oleh tuhan sebagai makhluk yg paling mulia .
makhluk2 lainnya diciptakan dengan banyak keterbatasan, namun sadarkah kita, jarang sekali kita bersyukur akan hal itu ?
banyak manusia yg ingin tampil "lebih baik" lalu mereka mengubah hal2 yg mereka miliki . padahal Tuhan menciptakan mereka sedemikian rupa karena Tuhan tahu yg terbaik buat mereka.

tak lain pula dengan banyak manusia yg selalu ingin tampil cantik atau tampan, mereka melakukan segala upaya untuk penampilan mereka. padahal tahukah mereka banyak manusia yang diciptakan dengan banyak kekurangan namun mereka lebih bisa mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh tuhan mereka.
kemudian, orang-orang yang sudah memiliki harta berlebih mereka selalu merasa tidak puas dengan apa yang mereka miliki, padahal banyak orang diluar sana yang sangat membutuhkan uang walaupun hanya sepuluh ribu rupiah.

banyak orang-orang yang membuang2 makanan padahal masih banyak anak2 di jalanan yang lapar  dan membutuhkan makanan.


tak lain pula dengan diri ini, banyak hal yang sulit untuk disyukuri mulai hal-hal yang kecil. 
apa sulitnya bersyukur dengan hal yang kita miliki?
mungkin mudah untuk mengatakan kata syukur itu, namun apakah kata2 itu keluar dari lubuk hati kita?

manusia memang makhluk yang paling sempurna dari makhluk-makhluk lainnya namun manusia adalah makhluk yang paling tidak puas dengan apa yang mereka miliki dari makhluk-makhluk lainnya.....

1 komentar:

  1. Mensyukuri Segala Nikmat Tiada kenikmatan, apapun wujudnya yang dirasakan menusia, melainkan datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Atas dasar itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan manusia untuk senantiasa bersyukur kepada-Nya. Dengan cara senantiasa mengingat bahwasanya kenikmatan tersebut datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, diteruskan mengucapkan hamdalah, dan selanjutnya menafkahkan sebagai kekayaannya di jalan-jalan yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seseorang yang telah mendapatkan taufik untuk bersyukur, ia akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya, sehingga Allah akan senantiasa melipatgandakan kenikmatan baginya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. “Dan ingatlah tatkala Rabbmu mengumandangkan : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” [Ibrahim : 7] Pada ayat lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. “Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur demi (kebaikan) dirinya sendiri” [An-Naml : 40] Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata :”Manfaat bersyukur tidak akan dirasakan, kecuali oleh pelakunya sendiri. Dengan itu, ia berhak mendapatkan kesempurnaan dari nikmat yang telah ia dapatkan, dan nikmat tersebut akan kekal dan bertambah. Sebagaimana syukur, juga berfungsi untuk mengikat kenikmatan yang telah didapat serta menggapai kenikmatan yang belum dicapai” [8] Sebagai contoh nyata, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. “Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Rabb) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan) : “Makanlah olehmu dari rizki yang (dianugrahkan) Rabbmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Rabbmu) adalah Rabb Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon atsel (cemara) dan pohon bidara” [Saba : 15-16] Tatkala bangsa Saba’ masih dalam keadaan makmur dan tenteram, Allah subhanahu wa Ta’ala hanya memerintahkan kepada mereka agar bersyukur. Ini menunjukkan, dengan bersyukur, mereka dapat menjaga kenikmatan dari bencana, dan mendatangkan kenikmatan lain yang belum pernah mereka dapatkan.

    BalasHapus